icon
icon
article hero

Sirah Kencong Blitar, Destinasi Komplit untuk Penikmat Teh dan Pecinta Alam

AvatarName

Yashinta Rose  •  Jul 23, 2021

icon

Apa saja wisata di Blitar?

Mungkin belum banyak yang tahu bahwa kota kelahiran Bung Karno ini menarik untuk di eksplorasi. Ada banyak tempat wisata di Blitar yang menawarkan pengalaman unik. Salah satunya adalah Sirah Kencong Blitar. Member Tribes by HHWT, Yashinta Rose telah menjajal serunya berkunjung ke sini dan inilah kisahnya! Baca juga kisah Tribes by HHWT lainnya dalam artikel berikut ini: Apakah kamu suka mendaki dan menikmati alam? Atau kamu suka minum teh? Atau mungkin kamu sangat suka belajar sejarah?
Kredit: Yashinta Rose Ada tempat wisata di Blitar paling lengkap yang bisa kamu kunjungi untuk berlibur sambil memanjakan lidah dan tenggorokan. Kawasan ini terkenal akan teh hitamnya yang sudah diekspor ke luar negeri. Inilah Sirah Kencong, salah satu tempat wisata di Blitar. Terkenal akan makam Proklamator Bung Karno, Blitar udaranya sejuk dan punya pesona tersendiri yang belum diketahui banyak orang. Bagi warga sekitar, perkebunan teh Sirah Kencong sudah terkenal akan indahnya pemandangan dan kesejukannya. Perkebunan teh ini juga merupakan jalur pendakian Gunung Butak di Blitar. Jika berangkat dari Kota Blitar, kita perlu menempuh jarak sekitar 37 kilometer menuju desa Ngadirenggo kecamatan Wlingi. Perjalanan menuju ke kebun teh Sirah Kencong memakan waktu kurang lebih 1,5 jam dari Kota Blitar. 
Kredit: Yashinta Rose Memasuki desa Ngadirenggo, kita akan disambut dengan hawa yang sejuk serta hutan dan ladang petani yang memanjakan mata. Namun perlu hati-hati saat berkunjung kesini, karena jalur yang ditempuh masih terjal. Jadi, pastikan kendaraan yang dibawa harus prima. Ada dua jalur yang bisa kamu pilih, yaitu via Desa Semen dengan rute Blitar-Wlingi-Pasar Semen, lalu belok kanan menuju Sirah Kencong. Jalur kedua adalah via Desa Tegalasri dengan rute Kawedanan-Wlingi-Tegalasri-SDN Ngadirenggo 2-pabrik susu, kemudian menuju ke Sirah Kencong. Jalur via Desa Tegalasri lebih direkomendasikan karena jalan yang dilalui tidak terjal serta dilengkapi dengan informasi penunjuk arah. Tiket masuk perkebunan teh Sirah Kencong sebesar Rp 5.000 per orang, sedangkan tarif parkir motor dikenakan biaya Rp 2.000 per motor dan tarif parkir mobil Rp 5.000 per mobil.
Kredit: Yashinta Rose Sirah Kencong merupakan perkebunan teh milik Kebun Bantaran, PT Perkebunan Nusantara XII. Di sini juga terdapat pabrik pengolahan teh hitam “Ken Tea” yang produknya sudah diekspor ke luar negeri. Wow, hebat ya! Saya sempat mencicipi teh sebelum saya berkeliling kebun teh. Rasa tehnya sangat pekat, ada sedikit rasa pahit, dan aromanya sangat harum. Pantas saja teh hitam ini laris di pasar luar negeri. Di area perkebunan ini, kita dapat menemukan candi Sirah Kencong yang letaknya berada di tanjakan di kebun teh ini. Bangunan candi terlalu besar dan tidak memungkinkan untuk dilakukan rekonstruksi sepenuhnya kembali karena hanya tersisa kaki dan tubuh candi saja. Sangat disayangkan, ya... 
Kredit: Yashinta Rose Beranjak ke arah mess karyawan melalui jalan yang sedikit berliku-liku, kita akan menemukan air terjun Sirah Kencong yang menyegarkan. Trek menuju ke air terjun perlu dilewati dengan hati-hati karena cukup menanjak dan licin. Aliran air terjun ini tidak terlalu deras, sehingga bermain air di bawah air terjun ini masih tergolong aman. Ada juga aliran mata air yang tidak jauh dari air terjun. Mata air ini bisa langsung diminum tanpa harus direbus terlebih dahulu. Airnya sangat segar saat kita meneguknya. Terbayar sudah rasa lelah saat berkeliling perkebunan teh dan menanjak di air terjun ini. Tidak jauh dari air terjun Sirah Kencong, kita juga dapat menemukan Goa Tikus. Goa ini  tidak terlalu besar dan terdapat dua mulut goa yang saling terhubung. Goa ini dibuat sebagai tempat persembunyian pada saat jaman penjajahan Jepang. Di dalam goa ini terdapat juga kelelawar yang hidup di atap-atap goa. Bagi yang tahan akan bau kotoran kelelawar, kita dapat menyusuri ke dalam goa ini. Jangan lupa untuk membawa alat penerang saat memasuki goa ini ya. 
Kredit: Yashinta Rose Last but not least, tempat ini khusus untuk penggemar "camcer" alias camping ceria. Berada di ketinggian 1.340 mdpl, Wukir Negoro dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari perkebunan teh Sirah Kencong dalam waktu kurang lebih 1 jam. Lokasi ini masuk dalam jalur pendakian Gunung Butak. Wukir Negoro memiliki area yang cukup luas, dikelilingi hijaunya perkebunan teh dan berlatar belakang Gunung Butak dan Gunung Kelud. Sumber air juga tersedia di Wukir Negoro, cukup untuk mengisi perbekalan akomodasi jika ingin melanjutkan pendakian ke Gunung Butak. Tetapi jika ingin tinggal di tenda untuk menikmati suasana alam Wukir Negoro juga cukup menyenangkan.

Yuk, bergabung dengan Tribes by HHWT!

Pandemi Covid-19 membuat kita tidak bisa bepergian, karena itulah kami meluncurkan Tribes. Tribes adalah sebuah platform di mana kamu berbagi foto, video, dan artikel tentang travel, kuliner, dan topik lainnya. Dengan bergabung dan mengirimkan konten, kamu berkesempatan mendapatkan hadiah voucher setiapbulannya, datang ke undangan media, berkolaborasi dengan brand, hingga jalan-jalan ke luar negeri. Langsung saja bergabung dengan Tribes by HHWT dengan mengisi formulir di halaman ini:

http://bit.ly/HHWTTribesID

 Kalau sudah, langsung saja upload tulisan, foto, atau video kamu ke halaman berikut ini: Artikelhttp://bit.ly/TribesStoryID Photo essayhttp://bit.ly/TribesPhotoStoryID Videohttp://bit.ly/TribesVideoID