icon
icon
article hero

3 Kota yang Menarik di Maroko, Wajib Masuk Bucket List Usai Pandemi!

AvatarName

Meita Maharani  •  Jul 19, 2021

icon

Kondisi di bawah ini sesuai dengan saat artikel dipublikasikan.  Pernahkah kamu memilih destinasi liburan, yang tadinya sudah yakin ingin pergi ke satu tempat, lalu berubah ke tempat lain? Hal ini terjadi pada saya beberapa waktu lalu (sebelum pandemi tentunya) satu destinasi berpindah ke destinasi lain berkat harga tiket pesawat yang murah dan tidak perlu visa. Akan tetapi, negara yang akhirnya dipilih tersebut sebenarnya sudah lama ada di bucket list. Pastinya merubah keputusan untuk mengunjungi negara tersebut menjadi pilihan yang sangat tepat. Negara itu adalah Maroko, sebuah negara di utara Afrika yang memiliki banyak pesona sejarah, kuliner, dan alam. Berkat kerjasama bilateralnya dengan Indonesia, WNI yang berkunjung tidak memerlukan visa turis. Ini merupakan kunjungan pertama saya dan beberapa oteman ke Maroko. Serta kali pertama juga untuk kami menginjakkan kaki di benua Afrika. Rasanya hati berdebar keras ketika kami akhirnya mendarat di Casablanca. Kami pun sebenarnya hanya transit di sini karena akan melanjutkan perjalanan dengan kereta menuju Marrakesh. Untuk rute kami, kami menetapkan Marrakech, Fes, dan Chefchaouen untuk dikunjungi lewat jalan darat. Yuk, tengok highlight tempat-tempat yang wajib dikunjungi di masing-masing kota tersebut.

3 Kota Turis Populer di Maroko

Marrakesh

medina, marrakech
Kredit: Meita Maharani Ini adalah kota pertama yang kami kunjungi, dan kami memilih untuk menginap di pusat Medina (kota tua). Cobalah untuk menginap di riad, yaitu sebuah rumah tradisional dengan ciri khas taman di bagian tengah yang sudah dikonversi menjadi penginapan. Di Medina itu sendiri ada sebuah souk (pasar) yang menjual aneka makanan, baju, produk herbal (sabun, minyak zaitun, dll) hingga produk kerjajinan tangan khas penduduk setempat. Di depannya ada sebuah plaza yang luas bernama Jemma El Fna yang digunakan sebagai bazar makanan di malam hari. Sekelilingnya juga ada banyak kafe, dan yang salah satu wajib dikunjungi adalah Cafe De France. Sebuah kafe yang legendaris dan pas untuk menikmati Mint Tea serta camilan terutama setelah seharian berkeliling. Saat di Marrakech tepatnya di Medina, rasanya wajib untuk mengunjungi Madrasah Ben Youssef. Sebuah madrasah tua yang saat ini sudah dijadikan tempat wisata bersejarah yang pada masanya merupakan madrasah terbesar di seantero Maroko. Sampai saat ini, seluruh bagian sekolah dan asrama juga masih terawat dengan baik. Madrasah ini didirikan sejak tahun 1300-an, namun bangunan yang sekarang selesai dikonstruksi pada tahun 1564.
marrakech, maroko
Kredit: Meita Maharani Tak jauh dari Medina ada Masjid Koutubia, yang juga dikenal sebagai Masjid Penjual Buku. Karena dulu dikisahkan banyak penjual buku yang berdagang di area seputar masjid. Masih dekat dengan area ini, kami juga berjalan kaki ke Istana Bahia dan Makam Saadien. Untuk menutup perjalanan di Marrakesh, kami juga mengunjungi Jardin Majorelle. Sebuah taman botanikal yang digagas oleh desainer Yves Saint Laurent. Taman ini memiliki koleksi tanaman dan juga burung yang beraneka ragam, dan sebagian besar merupakan endemik Afrika. Ada pula vila dan museum Berber di dalamnya 

Fes

fez, maroko
Kredit: Meita Maharani Perjalanan kami pun berlanjut ke Kota Fes dengan menggunakan bis malam. Oleh karena waktu yang terbatas, kami lagi-lagi memutuskan untuk tinggal di tengah area souk juga. Untuk berkeliling di souk, kami menggunakan pemandu karena denah souk yang berliku dan areanya yang sangat luas. Salah satu tempat yang tak sabar ingin kami kunjungi adalah pusat penyamakan kulit yang memang terkenal di Fes. Sesampainya di sana, kami diberikan beberapa batang daun mint untuk menetralkan penciuman, karena aroma yang muncul akibat proses penyamakan tersebut, sangatlah tajam. Kulit yang disamak beragam, mulai dari sapi hingga unta. Dan ada aneka pilihan produk jadi yang bisa dibeli. Ingat untuk selalu menawar ketika berbelanja ya! Souk di Fes juga memiliki berbagai area yang berbeda. Ada yang khusus karpet, herborist, peralatan dapur, hingga pasar basah. Ada juga workshop pembuatan kain yang dijajakan dalam bentuk syal maupun baju. Fes juga dikenal memiliki jalan tersempit di souknya, yang hanya bisa dilewati oleh 1 orang. 
masakan maroko
Kredit: Meita Maharani Jika sedang berada di Fes, jangan lupa untuk mampir ke Cafe Clock yang terkenal akan Burger Unta-nya. Dan di kafe ini juga sering ada pertunjukan story telling yang seru.

Chefchaouen

maroko
Kredit: Meita Maharani Dikenal juga sebagai The Blue City, kota ini terletak di kaki Gunung Rif dan khas dengan bangunannya yang semua dicat biru. Kotanya berukuran kecil dan compact, namun menyimpan banyak hidden gems. Di Medina juga ada kedai-kedai yang menjajakan makanan lokal yang ramai di malam hari. Ada pula hamam atau pemandian yang juga kerap didatangi turis. Di tengah kotanya, ada banyak resto dan toko suvenir. Salah satu resto yang banyak digemari adalah Casa Aladin yang cocok untuk menikmati sunset. Dikarenakan pandemi, sayangnya banyak tempat wisata di Maroko yang ditutup sementara. Tapi, jika nanti wisata internasional sudah mulai normal, jangan lupa untuk menambahkan Maroko kedalam bucket list kamu! :)